Kekuatan Imunitas Terhadap Penyebaran Covid-19 dan Herd Immunity
Menurut data statistik harian covid di Indonesia, menunjukkan angka yang cukup tinggi sehingga perlu kita ketahui bahwa menjaga imunitas tubuh sangatlah penting di masa pandemi ini, terlebih perubahan cuaca dan suhu yang kadang terlalu signifikan akan membuat tubuh mudah drop jika tidak menjaganya dengan baik. Dan pada blog saya kali ini, saya berharap semua pembaca bisa mendapat informasi mengenai imunitas tubuh dan kaitan nya terhadap herd immunity yang belakangan ini sering diperbincangkan....
Mengenal Sistem Imunitas Tubuh, Yuk! - Dalam kondisi dan situasi yang tidak normal yaitu masa pandemi Covid-19 kita selalu dianjurkan untuk menjaga kesehatan extra agar kita memiliki sistem imun yang baik, karena penyakit akibat virus biasanya mengandalkan kekuatan pertahanan tubuh. Sistem imun berperan sangat besar di sini, bertugas untuk menjadi sistem daya tahan tubuh terhadap serangan substansi asing yang terpapar ke tubuh kita. saat tubuh kita (inang) sudah mulai terpapar virus, sebelum virus mulai menginfeksi tubuh inang, antibodi disini mulai menjalankan perannya, virus akan disingkirkan dan dibasmi oleh antibodi.
2 CARA MEMBENTUK IMUNITAS SISTEM KEKEBALAN TUBUH TERHADAP VIRUS PENYEBAB COVID-19
Sistem imunitas tubuh yang kuat dapat mendukung pembentukan reaksi kekebalan tubuh terhadap virus Corona, ada 2 cara agar tubuh bisa memiliki sistem kekebalan tubuh terhadap penyakit infeksi.
Melalui Imunisasi
Mengapa cara ini yang paling efektif diantara 2 cara yang ada? karena, melalui imunisasi kita akan mendapat kekebalan tubuh melalui vaksin yang disuntikan di tubuh dan juga melindungi diri sendiri dari maraknya peningkatan penyebaran serta secara ga langsung juga akan melindungi sekitar sekaligus menurunkan angka penyebaran kasus positif covid-19. Setelah diberikan kepada seseorang vaksin akan memberikan dan menunjukkan reaksi secara spesifik terhadap sistem imun dan aktif untuk infeksi penyakit tertentu, pada pandemi kini, kita akan diberikan vaksin Covid-19 untuk mencegah infeksi virus SARS Cov-2.
Namun, protokol kesehatan tetap harus diterapkan karena setelah divaksin tubuh perlu beberapa waktu untuk membentuk sistem kekebalan tubuh dan para ahli selalu menegaskan, bahwa siapa saja yang sudah mendapatkan suntikan vaksin Covid-19 dosis pertama tidak langsung serta merta tubuhnya kebal terhadap covid-19. Sehingga tidak menutup kemungkinan jika kita tidak patuh protokol kesehatan tetap terpapar virus covid-19 karena vaksin memang bukanlah obat. vaksin dilakukan untuk dapat membentuk sistem kekebalan tubuh yang dapat mengenali virus tersebut sekaligus menyerang saat penyakit tersebut masuk ke dalam tubuh kita. Jika memang akhirnya akan tetap terpapar sekaligus sel-sel tubuh terinfeksi oleh virus maka gejalanya akan lebih ringan dibandingkan orang yang belum mempunyai sistem kekebalan tubuh dari manfaat vaksin tersebut.
Itulah mengapa setelah melalui waktu uji klinis vaksin yang cukup panjang dan kini sudah ada himbauan besar-besaran untuk segera melakukan vaksinasi bagi kelompok prioritas, itu semua agar kita dapat segera mendapat sistem kekebalan tubuh melalui vaksin yang tersedia.
Pembentukan Secara alamiah Melalui Menderita Langsung Penyakit Tersebut
Selain melalui vaksinasi, tubuh akan mendapat sistem kekebalan jika orang tersebut sebelumnya telah terinfeksi langsung penyakit tersebut, karena seseorang yang sudah terinfeksi sebelumnya akan mendapat imuntas kekebalan tubuh secara alami pascapemulihan. Sistem kekebalan akan mengenali virus dan membuat antibodi untuk menghancurkannya. Sel B yang ada di tubuh membuat antibodi untuk berbagai bagian virus, tetapi tidak semuanya efektif untuk melawan virus.
Suatu penelitian di salah satu rumah sakit di jerman mengungkapkan bahwa setelah melakukan peninjauan terhadap beberapa orang sudah pernah terpapar dan pasca pemulihan, terdapat penurunan yang sangat signifikan pada sistem imun yang terbentuk pascapemulihan itu, selama satu hingga tiga bulan setelahnya sistem imun alami akan terus mengalami penurunan, hal ini pun sejalan dengan penelitian yang telah dilakukan di China, bahwasannya dilakukan pada 156 orang yang terpapar dengan gejala berat dan juga 156 orang terpapar namun dengan gejala ringan, hasil yang didapat ialah orang dengan gejala berat memiliki sistem imun yang bertahan cenderung lebih lama, sedangkan orang dengan gejala yang ringan mengalami penurunan sistem imun yang sangat signifikan, itulah mengapa ada pemberian waktu 1 hingga 3 bulan bagi orang yang terpapar virus covid-19 untuk tidak melakukan vaksinasi karena sebenarnya masih ada sistem imun alami meskipun semakin menurun. Lalu setelah itu, tetap Dilakukan vaksinasi setelah jangka waktu 3 bulan untuk perlindungan secara penuh.
Melalui terpapar virus ini, banyak resiko yang ditanggung mulai dari kematian diri sendiri dan penyebaran virus yang semakin meluas. karena proses penyebarannya kini semakin rentan dan selalu meningkat tiap harinya. Maka dari itu, bisa diberikan kesimpulan vaksinasi adalah cara yang tepat untuk bisa mendapatkan imuntas kekebalan tubuh yang bisa menjadi antibodi terhadap virus covid-19. Namun, setelah melakukan vaksinasi, selalu dianjurkan untuk tetap patuhi protokol kesehatan, karena sistem kekebalan tubuh akan terbentuk meskipun sudah vaksinasi Covid-19.
Lalu, Apa itu Herd Immunity?
Menelaah lebih lanjut mengenai sebuah topik yang ramai dibincangkan akhir-akhir ini mari kita sama-sama pahami mengenai herd immunity itu sendiri. Seringkali herd immunity dianggap buruk dan menjadi kambing hitam atas pernyataan yang kurang tepat, maka dari itu kita tidak boleh salah persepsi terkait herd immunity. Apa sih herd immunity? Herd immunity adalah Suatu kondisi dimana suatu populasi dapat terlindungi dari virus yang dapat menyebar dengan syarat ambang cakupan imunisasi tercapai, Baik melalui vaksinasi maupun imunitas yang berkembang dari infeksi sebelumnya. Jika tercapai, maka suatu kelompok orang bisa kebal terhadap penyakit tertentu, semakin banyak orang yang kebal terhadap suatu penyakit, semakin sulit penyakit tersebut menyebar karena tidak banyak orang yang bisa terinfeksi. Selain itu, orang yang tidak memungkinkan tervaksinasi [terlalu rentan seperti orang yang sudah tua & anak-anak] juga bisa ikut terlindungi. Dengan kata lain, penyakit tersebut lama-lama akan menghilang dengan sendirinya karena sebagian besar orang sudah memiliki antibodi untuk bisa menangkal virus tersebut. Karena, virus hanya dapat bertahan hidup pada inangnya.
Namun, ramai pula diperdebatkan bahwasannya herd immunity dengan cara membiarkan 50-70% orang teinfeksi dan secara langsung akan memiliki antibodi alami banyak ditentang oleh banyak orang dan juga World Health Organization sebelumnya juga telah memperingatkan dan juga dari sisi keilmuan bermasalah serta tidak etis. Karena, banyak resiko unpredictable artinya, kita tidak bisa membiarkan sebagian besar orang terinfeksi karena akan banyak kerugian yang ditanggung, kita tidak akan bisa memprediksi masa depan, berapa banyak orang yang bisa bertahan dari virus ini dan berapa banyak orang yang akhirnya kalah melawan virus ini karena memiliki penyakit penyerta.
Maka dari itu kekebalan kelompok tercapai dengan cara melindungi orang dari virus, bukan dengan cara memaparkan orang terhadap virus tersebut. karena vaksin bekerja tanpa membuat kita sakit. orang yang telah diimunisasi terlindung dari penyakit yang bersangkut dan tidak menyebarkannya dan mulai bisa memutus rantai penularan covid-19
☁️
Nah temen-temen udah baca sampai akhir nih.. tapi kalau diinget-inget pasti gak kebanyang yaa udah berapa banyak berita, artikel, penelitian yang udah kita baca tentang covid-19, jadi makin tersadar untuk selalu bersyukur karena masih diberikan kesehatan.
Yap! Sampai sini dulu ya temen-temen semoga kita sehat selalu dan untuk yang lagi sakit semoga diberi kesembuhan dan nikmat sehat kembali. Aamiin.



makasih ilmunya 🙌
BalasHapusthankyou infonya🙏
BalasHapus